KAINUSA.ID - { E-commerce Kain Nusantara }

Panduan Produk Kainusa

JENIS BATIK

1- Batik Tulis

Batik tulis dilukis menggunakan canting sehingga memiliki bentuk goresan dan penumpukan warna yang khas. Bentuk gambar atau desain pada batik tulis tidak ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak lebih detail dan halus. Gambar batik tulis dapat dilihat pada kedua sisi kain (bolak-balik), hal ini dikarenakan pencatingan dilakukan pada kedua sisi kain. Setiap ornament atau motif yang diulang dalam batik tulis tidak akan pernah sama persis baik bentuk ataupun ukurannya. Batik tulis harus melewati proses yang panjang dan biasanya tidak dikerjakan oleh satu orang saja. Sehelai kain batik tulis bisa dikerjakan dari mulai satu minggu sampai dua bulan. Inilah yang menjadikan batik tulis sebagai karya yang unik dan ekslusif. Tidak mengherankan jika harganya relatif lebih mahal.

2 - Batik Cap

Batik cap biasanya dibuat menggunakan stempel bergambar ornament atau motif tertentu yang berukuran kurang lebih 20 x 20 cm. Pengulangan motif pada batik cap relatif sempit. Pada batik cap, ornamen yang satu dengan yang lainnya bisa dipastikan sama namun bentuk isen-isen biasanya tidak rapi, aga renggang dan kaku. Seringkali masih terlihat bekas cetakan yang tidak tersambung dengan rapi pada saat mengulang ornamen. Harga batik cap lebih murah dari batik tulis tetapi tetap lebih mahal dari batik printing.

3 - Batik Kombinasi

Batik kombinasi merupakan perpaduan antara Batik Cap-Tulis atau Cetak-Tulis. Pada batik cap-tulis, pola dasar dibuat dengan menggunakan cap sementara isian (isen dan cecekan) dibuat dengan menggunakan canting. Hal ini dikarenakan ada beberapa ragam hias isen dan cecek yang tidak bisa dibuat dengan cap. Sementara pada batik cetak-tulis, pola dasar dicetak (print) terlebih dahulu pada kain, kemudian pembatik akan membuat pola menggunakan malam dan canting dengan mengikuti pola dasar yang sudah dicetak. Selanjutnya isen dan cecek juga akan dibuat menggunakan canting.

4 - Batik Cetak/Printing

Berbeda dengan batik tulis dan cap, batik printing tidak menggunakan lilin malam untuk merintang warna di atas kain. Dalam proses produksinya, batik printing menggunakan pewarna kimia dengan cat pigmen. Batik printing sendiri sebenarnya bisa dikatakan sebagai produk industri, karena lebih banyak menggunakan mesin dan dibuat dalam jumlah banyak (mass production). Inilah sebabnya beberapa pakar batik menolak keberadaan batik printing. Mereka berpendapat bahwa batik printing bukanlah batik yang sesungguhnya, tetapi hanya produk tekstil yang bergambar batik. Kainusa sendiri menjual batik printing, hal ini dikarenakan batik printing tidak hanya berpengaruh pada kerusakan lingkungan tetapi juga bisa merugikan pembatik di daerah yang masih menggunakan metode tulis ataupun cap.


JENIS KAIN

1 - Katun Mori

Kain katun adalah kain yang terbuat dari benang kapas yang dipintal. Secara umum kain katun yang digunakan sebagai bahan batik disebut mori—yaitu tenunan benang katun dari nomor Ne 30s hingga Ne 80s. Semakin besar nomor benangnya, semakin halus kainnya karena diameter benangnya semakin kecil. Berdasarkan kualitasnya, katun mori terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

  1. A - Primis
    1. Katun Primis adalah jenis mori kualitas paling tinggi dengan nomor benang Ne 70 hingga 80s dan tetal pakan dan lungsin di atas 100 (119 x 107). Artinya benang lungsin (yang membujur ke arah panjang kain) jumlahnya 119 setiap inchi, dan benang pakan (yang melintang kea rah lebar kain) jumlahnya 107 benang setiap inchi.
  2. B - Premisima
    1. Katun Premisima adalah kain mori berkualitas tinggi yang menggunakan benang tenun bernomor Ne 60s hingga 70s. Tetal benangnya sekitar 112 x 90 benang per inchi dengan lebar 107 cm. Dari konstruksi tersebut kain jenis Primissima ini apabila dipegang terasa lembut tetapi padat.
  3. C - Prima
    1. Katun Prima merupakan mori berkualitas sedang dengan spesifikasi nomor benang sekitar Ne 40s hingga 45s dan tetal benangnya sedikit lebih jarang, yaitu 90 x 70. Jika disentuh tidak sehalus dan sepadata katun mori primisima.
  4. D - Biru
    1. Mori Biru merupakan mori berkualitas rendah dengan spesifikasi nomor benang Ne 30s dan tetalnya sekitar 66 x 84 per inchi. Dengan benang tebal, jika dipegang kain terasa lebih kasar.

2 - Kain Katun Viscos

Katun Viscos atau yang lebih dikenal dengan CVC merupakan campuran dari katun dan viscose. Viscose sendiri adalah cairang organic yang biasa digunakan untuk membuat rayon. Kain dari serat viscose memiliki lapisan yang baik dan warna yang cemerlang.

3 - Kain Kapas Grey

Kain Grey adalah kain tenun benang kapas yang tidak mengalami proses pemutihan sebelum dijual, sehingga warnanya masih alami cream atau cokelat muda. Kain Grey dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. A - Blacu
    1. Kain Blacu, yaitu kain tenun dari katun yang dibuat dengan mesin tenun buatan pabrik. Di pasaran terdapat beberapa macam ukuran lebar blacu mulai dari 90 cm, 115 cm dan 150 cm.
  2. B - Kain Tenun ATBM
    1. Kain Tenun ATBM, yaitu kain katun yang ditenun dengan alat tenun bukan mesin, diproduksi dengan berbagai ukuran.
  3. C - Kain Tenun Gedog
    1. Kain Tenun Gedog, yaitu jenis katun ATBM yang khas dari daerah Tuban dan konon tidak ada di daerah lain. Kain Tenun Gedog memiliki tampilan fisik yang unik karena mulai dari penanaman kapas, menenun sampai jadi batik dikerjakan di daerah Tuban dan pintalan benang yang tidak rata membuat tenun Gedog semakin unik.

4 - Sutra

Kain sutra terbuat dari serat protein yang diperoleh dari sejenis serangga yang menghasilkan sutra bombyx mori. Serat sutra berbentuk filamen yang dihasilkan dari larva ulat sutra pada saat membuat kepompong. Secara fisik sutra yang asli memiliki serat yang lebih menonjol dan terasa saat diraba. Sementara sutra yang telah dicampur dengan bahan lainnya lebih licin dan mengkilap. Saat ini sutra yang ada di pasaran adalah:

  1. A - Sutra impor
    1. Sutra yang ditenun secara amsinal yang dikenal dengan sutra super T54, sutra super T56, Abote, Sifon, sutra kaca kotak, sutra salur—kombinasi anyaman sutra super dengan organdi, sutra krepe, sutra kembang batu yang anyaman desain strukturnya seperti doby.
  2. B - Sutra lokal
    1. Kain sutra buatan dalam negeri yang ditenun dengan ATBM, antara lain sutra polos, sutra granitan (seperti sutra salur dan doby).
  3. C - Sutra liar
    1. Sutra yang dibuat dengan dari serat ulat sutra yang dibudidayakan secara liar. Jenis seratdan warna yang dihasilkan akan bergantung pada apa yang dimakan oleh ulat sutra.

5 - Serat Nanas

Serat nanas diambil dari daun pohon nanas. Serat nanas memiliki ciri mengkilap. Saat diraba, seratnya cenderung terasa halus, hangat dan ringan.


JENIS PEWARNA

1 - Pewarna Alami

Pewarna alami dihasilkan dari berbagai tumbuhan seperti kunyit untuk warna kuning-oranye, kulit jlaweh untuk warna kuning, kulit manggis untuk warna merah, kayu sogan atau thingi untuk cokelat muda, kayu mahoni untuk cokelat tua, dan beberapa tumbuhan lainnya. Proses pewarnaan menggunakan warna alam memakan waktu yang cukup lama. Namun, pewarna alami memiliki beberapa keunggulan diantaranya: (1) pewarna alami tidak menghasilkan limbah, (2) warna yang dihasilkan lebih lembut, dan (3) memiliki aroma yang khas.

2 - Pewarna Sintetis/Kimia

Dikarenakan terbatasnya pewarna alami, pembatik juga menggunakan pewarna kimia seperti naphthol, indigosol, rapid dan campuran warna lainnya. Hasil pewarna kimia biasanya lebih cerah dan berwarna, sehingga pewarna kimia banyak digunakan dalam motif pesisir.