KAINUSA.ID - { E-commerce Kain Nusantara }

TENTANG KAINUSA

Hello, World!

Biasanya kalau seseorang sedang belajar bahasa pemrograman, kata itu lah yang sering digunakan sebagai pembuka dalam program perdananya. Begitu juga Kainusa, yang mulai hari ini dibuka dan untuk pertama kalinya menyapa dunia... maya.

Kelahiran Kainusa butuh waktu lama, berbeda dengan kelahiran bayi yang hanya membutuhkan waktu 9 bulan dalam kandungan. Jika waktu dapat ditarik ke belakang, maka pada tahun 2011 yang lalu, adalah waktu ketika bibit-bibit Kainusa itu muncul untuk pertama kalinya. Bibit itu lalu ditanam dan dipelihara dengan baik. Disiram, disinari matahari, dan diberi pupuk. Perlahan namun pasti, bibit itu berkembang dan terus berkembang. Bagi Kainusa, hari ini adalah hari ketika si bibit mulai muncul ke permukaan, keluar dari tanah yang selama ini menguburnya.

Apa dan Mengapa Kainusa?

Saya ingin memperkenalkan Kainusa. Saya lebih suka menyebutnya sebagai layanan daripada sekedar website. Layanan yang isinya adalah penggabungan unsur bisnis (toko online) dan ilmu pengetahuan (knowledge center) tentang kain-kain tradisional Indonesia. Layanan yang dalam prosesnya dilatari oleh seni, desain dan teknologi. Serta layanan yang ingin memiliki kontribusi secara sosial dan environmental.

Kainusa sendiri dibuat bukan tanpa sebab. Ada 3 hal yang menjadi perhatian utamanya. Pertama tentang pelestarian dan pengembangan produk budaya, yang dalam hal ini adalah kain-kain tradisional nusantara. Sejak booming batik tahun 2009 yang lalu, permintaan akan batik terus mengalami peningkatan. Kantor-kantor pemerintah maupun swasta mulai mewajibkan karyawannya untuk mengenakan batik pada hari-hari tertentu.

Di satu sisi, booming batik ini pada awalnya memang memberikan dampak positif bagi para pengrajin dan pengusaha batik di Indonesia. Hingga suatu saat karena permintaan yang sangat tinggi, maka datanglah serbuan tekstil-tekstil impor bermotif batik dan menggilas batik-batik asli.

Batik sendiri saat ini memiliki 2 pemahaman, yaitu batik sebagai motif batik, dan batik sebagai metode pembuatan motif pada kain dengan menggunakan malam/lilin. Sayangnya, masih banyak masyarakat kita yang salah tafsir mengenai batik.

Padahal, batik Indonesia yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya lisan dan nonbendawi milik Indonesia adalah batik sebagai suatu metode membuat motif pada kain yang diwariskan secara turun temurun. Yuk, mulai saat ini mari kita gunakan batik asli Indonesia dan say no to batik impor. Sehingga batik dan kain-kain tradisional Indonesia lainnya akan terus lestari.

Yang kedua yang menjadi perhatian Kainusa, masih berhubungan dengan hal yang pertama. Masih banyak masyarakat kita yang salah kaprah dalam memahami batik. Hal ini membuat kami merasa perlu turut campur dan bertanggungjawab untuk membagi informasi dan pengetahuan tentang batik dan kain-kain tradisional Indonesia tersebut. Paman Ben di film Spiderman pernah bilang, "with great power comes great responsibility."

Dan yang ketiga atau terakhir, Kainusa ingin ambil bagian dalam pembangunan bangsa ini. Menjadi salah satu solusi dari permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar masyarakat kita. Meskipun mungkin tidak banyak yang bisa diperbuat, tapi setidaknya tidak menambah beban. Karena, bukan kah sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya?

Bukan tujuan yang mudah memang, namun bukan juga tujuan yang sulit bin mustahil bila kita bisa bersama-sama mewujudkannya. Bersama-sama menjaga dan memelihara bibit ini agar tumbuh menjadi pohon yang besar. Yang buah manisnya dapat dimakan oleh manusia, juga burung-burung. Yang rimbun dedaunannya dapat dijadikan tempat berteduh dari teriknya mentari. Yang dahan kokohnya dapat dijadikan gantungan untuk bermain-main ayunan anak-anak kecil.

Seperti itulah harapan saya untuk Kainusa, memberi manfaat bagi banyak orang.


Ciputat, 20 Mei 2015

Wijayanto B S